Sayamenjadi guru les privat untuk siswa SD mulai dari Kelas 4-6. Hal ini berlanjut ketika saya duduk di bangku kuliah. Saya mengajar matematika untuk siswa SD dan mulai mengajar siswa SMP untuk semua mata pelajaran. Saya berusaha memberikan metode pengajaran yang efektif, menyenangkan agar tidak membosankan. FisikaGasing adalah suatu metode pembelajaran fisika yang diciptakan dan dikembangkan pada tahun 1996 oleh Yohanes Surya, agar fisika dapat dipelajari dan diajarkan secara gampang, asyik dan menyenangkan. Metode pembelajaran Gasing merupakan terobosan reformasi dalam pembelajaran fisika. Metode pembelajaran Gasing mengajarkan bagaimana pembelajaranFisika yang didasarkan atas teori belajar, strategi pembelajaran, dan trend pembelajaran baru metode-metode pembelajaran, model pembelajaran, strategi mengembangkan model pembelajaran FISIKA, strategi Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan.Bandung:RemajaRosdakarya. National Research Council (NRC). (1996). Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd Hỗ Trợ Nợ Xấu. Physics is one of the subjects that feared and considered difficult by students. This is evidenced by the lack of students interested in physics lessons to choose national exam 2017 year as well as the low values obtained by the students. The students thought patterns to make physics bore and become not unpleasant but in fact physics is a subject that is very important in opening up and lays out the phenomenon of natural phenomena that exist around us. The issue underlying the above for doing an activity that aims to change the pattern of thought against physics students so that students become interested. Props used as media of instruction were used. Props were made from simple tools that can be found around us. Students can use the props in learning as one form the applications of physics so that physics will be fun and enjoyable. As a result, by using simple props application method is 50 percent of the students stated that the physics be fun and enjoyable. This is evidenced by the results obtained with the use of pre-and post-test as well as a questionnaire filled out by students. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free 10731072 [10]. Moreno, Gomez, R. Giraldo, L. 2010. Removal Of Mn, Fe, Ni And Cu Ions From Wastewater Using Cow Bone Vol 3 Hal 452-466[11]. Morris, Howard, T. McMurdie. Evans, Paretzkin, B. Parker, Nicolas, C. Panagiotopoulos. 1981. NBS Monograph 25-Section 18 Standar X-Ray Diffraction Powder Centre for Diffraction Data Department of Commerce, Wasington DC.[12]. Richana, N. Lestina, P. Irawadi, T. 2004. Karakterisasi Lignoselulosa dari Limbah Tanaman Pangan dan Pemanfaatannya untuk Pertumbuhan Bakteri RXA III-5 Penghasil Xilanase. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen. Institut Pertanian 23 Hal 112[13]. Riadi, S. 2010. Fabrikasi dan Karakterisasi Nanopartikel Platinum pada Elektroda Karbon dari Bahan Serbuk Kayu Karet sebagai Bahan Sel Superkapasitor. Skripsi Jurusan Fisika FMIPA, Universitas Riau, Pekanbaru. [14]. Influence of Pyrolysis Conditions on Pore Development of Oil-palm-shell Activated Carbons. Journal of Analytical and AppliedPyrolysis. Vol 76 Hal 96-102[15]. Taer, E. 2009. Pembangunan Superkapasitor Menggunakan Elektroda Karbon. Laporan Penelitian FMIPA Universitas Riau[16]. Yin, Aroua, Daud, 2007. Review of modification of activated carbon for enhancing contaminant uptakes from aqueous solutions. Technol. Vol52 Hal 403–415Aplikasi Fisika menggunakan alat peraga SederhanaSebagai Media Pembelajaran Fisika SecaraAsyik dan MenyenangkanZulkarnain 1, Ona Lestary Tondang2, Wita Yulia3,Andri Saputra4,Siti Nurul Alifah5,Reeky Fardinata 6Program Studi S1 Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Riau Kampus Bina WidyaJl. Prof. Muchtar Luthfi Pekanbaru, 28293, Indonesiazulkarnain is one of the subjects that feared and considered difficult by students. This is evidenced by the lack of students interested in physics lessons to choose national exam 2017 year as well as the low values obtained by the students. The students thought patterns to make physics bore and become not unpleasant but in fact physics is a subject that is very important in opening up and lays out the phenomenon of natural phenomena that exist around us. The issue underlying the above for doing an activity that aims to change the pattern of thought against physics students so that students become interested. Props used as media of instruction were used. Props were made from simple tools that can be found around us. Students can use the props in learning as one form the applications of physics so that physics will be fun and enjoyable. As a result, by using simple props application method is 50 percent of the students stated that the physics be fun and enjoyable. This is evidenced by the results obtained with the use of pre-and post-test as well as a questionnaire filled out by props, application, have fun, mindsetABSTRAKFisika merupakan salah satu mata pelajaran yang ditakuti dan dianggap sulit oleh siswa. Hal ini dibuktikan dengan sedikitnya siswa yang berminat untuk memilih pelajaran fisika di ujian nasional tahun 2017 serta rendahnya nilai yang diperoleh oleh siswa. Pola pikir siswa yang membuat fisika menjadi tidak asyik dan tidak menyenangkan padahal pada kenyataannya fisika merupakan mata pelajaran yang sangat penting dalam membuka dan menjabarkan fenomena fenomena alam yang ada disekitar kita. Permasalahan diatas yang mendasari untuk melakukan sebuah kegiatan yangbertujuan untuk mengubah pola fikir siswa terhadap fisika sehingga siswa menjadi tertarik. Alat peraga digunakan sebagai media pembelajaran yang digunakan. Alat peraga dibuat dari bahan bahan sederhana yang dapat ditemukan di sekitar kita. Siswa dapat menggunakan alat peraga dalam pembelajaran sebagai salah satu bentuk aplikasi fisika sehingga belajar fisika menjadi asyik dan menyenangkan. Hasilnya, dengan menggunakan metode aplikasi alat peraga sederhana,50 persen siswa menyatakan bahwa fisika menjadi asyik dan menyenangkan. Ini dibuktikan dengan hasil yang diperoleh dengan menggunakan pre-test dan post-test serta kuisioner yang diisi oleh alat peraga, aplikasi, asyik, pola pikirJurnal Komunikasi Fisika Indonesia Jurusan Fisika FMIPA Univ. Riau Pekanbaru. 2017, Vol 14 No. 2; e-2579-521X Email 10741. PENDAHULUANFisika merupakan salah satu bidang studidi sekolah yang sering kali ditakuti oleh parasiswa mulai dari siswa sekolah menengahpertama sampai sekolah menengah siswa dikarenakan menurut merekapelajaran fisika terdapat banyak rumus-rumusyang rumit, dan pemahaman matematika yangbaik. Berdasarkan data yang didapatkan olehtim berisik, mata pelajaran fisika adalah matapelajaran yang memiliki sedikit peminatdibandingkan dengan mata pelajaran eksaktalainnya. Ini terbukti dengan data yang didapatdari Dinas Pendidikan dan KebudayaaanProvinsi Riau pada Gambar 1 dan nilai ujian nasional yang diperoleh oleh siswa Provinsi RiauGambar 2. Indeks nilai ujian nasional siswa Provinsi RiauFisika mengambil titik acuan pada alamsebagai objek pengamatan. Pembelajaranfisika sama seperti mempelajari fenomena-fenomena yang menakjubkan dari alam. Fisikadigambarkan dalam bentuk persamaan-persamaan matematika. Permasalahan yangtimbul adalah siswa justru terperangkapdengan dunia rumus-rumus yang sebenarnyaadalah penggambaran secara matematis darifenomena fenomena alam yang fisika tidaklah rumitsepertiyang diketahui siswa pada umumnya, karenamemang untuk memahami fisika perlu metodebaik yang membuat siswa tertarik terhadapilmu fisika. Profesor Yohannes Surya, PendiriSurya Institute berkata untuk mendapatkangenerasi yang cerdas diperlukan guru yangbaik dan metode yang tepat [Surya, 2013].Guru merupakan suatu fondasi yang sangatdasar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa 10751074 1. PENDAHULUANFisika merupakan salah satu bidang studidi sekolah yang sering kali ditakuti oleh parasiswa mulai dari siswa sekolah menengahpertama sampai sekolah menengah siswa dikarenakan menurut merekapelajaran fisika terdapat banyak rumus-rumusyang rumit, dan pemahaman matematika yangbaik. Berdasarkan data yang didapatkan olehtim berisik, mata pelajaran fisika adalah matapelajaran yang memiliki sedikit peminatdibandingkan dengan mata pelajaran eksaktalainnya. Ini terbukti dengan data yang didapatdari Dinas Pendidikan dan KebudayaaanProvinsi Riau pada Gambar 1 dan nilai ujian nasional yang diperoleh oleh siswa Provinsi RiauGambar 2. Indeks nilai ujian nasional siswa Provinsi RiauFisika mengambil titik acuan pada alamsebagai objek pengamatan. Pembelajaranfisika sama seperti mempelajari fenomena-fenomena yang menakjubkan dari alam. Fisikadigambarkan dalam bentuk persamaan-persamaan matematika. Permasalahan yangtimbul adalah siswa justru terperangkapdengan dunia rumus-rumus yang sebenarnyaadalah penggambaran secara matematis darifenomena fenomena alam yang fisika tidaklah rumitsepertiyang diketahui siswa pada umumnya, karenamemang untuk memahami fisika perlu metodebaik yang membuat siswa tertarik terhadapilmu fisika. Profesor Yohannes Surya, PendiriSurya Institute berkata untuk mendapatkangenerasi yang cerdas diperlukan guru yangbaik dan metode yang tepat [Surya, 2013].Guru merupakan suatu fondasi yang sangatdasar untuk mencerdaskan kehidupan bangsaKualitas guru di Indonesia sudah dalamangka yang memuaskan hanya saja kebanyakguru belum memiliki metode yang tepat untukmemberikan pengertian sebenarnya dari mengenalkan fisika secara mudahdan asyik dengan menerapkan metodepembelajaran yang asyik yaitu denganmenggunakan alat alat peraga sederhana yangdapat dibuat oleh siswa di sekitar yang belajar fisika bukan hanya bisamemahami teori-teori fisika saja, tetapi, jugabisa belajar fisika dengan alat peraga yangdibuat oleh siswa itu PKM-M ini bertujuan untuk mengubah pola pikir siswa, menumbuhkan motivasi dan minat siswa terhadap ilmu fisika dan menerapkan serta memahami aplikasi fisika yang sesungguhnya dalam kehidupan sehari hari. Luaran yang diharapkan tercapai dalam program ini adalah dapat meningkatnya minat siswa untuk lebihmencintai dan memahami fisika dan menemukan metode yang tepat dalam menumbuhkan motivasi,minat atau gairah belajar siswa dalam mempelajari Fisika. Permasalahan ini dapat diselesaikan secara penyuluhan berupa workshop dengan mengedepankan konsep konkret dari setiap topik fisika dan dilanjutkan dengan pendalaman materi yang METODE Tahapan tahapan yang dilakukan dalam melakukan PKM M dapat dilihat pada Gambar 3. Sebelum melaksanakan pengabdian, tim melakukan survei lapangan. Survei bertujuan untuk mencari sekolah sasaran yang tepat untuk dijadikan tempat pengabdian. Tim telah mengunjungi beberapa SMA yang berada di luar kota Pekanbaru, dan pada akhirnya memberikan keputusan bahwa SMAN 1 Tapung akan dijadikan tempat pengabdian. Tim memilih SMAN 1 Tapung karena SMAN 1 Tapung adalah sekolah yang dianggap bisa mewakili responsif siswa di kecamatan Tapung, Kampar. Hal ini dikarenakan pusat kegiatan tingkat kecamatan dilaksanakan di SMAN 1 Tapung. Perjalanan menuju lokasi SMAN 1 Tapung bisa ditempuh dalam waktu sekitar 3 jam menggunakan mobil dari kampus UR. Tim segera melakukan konfirmasi untuk mengadakan kerjasama mitra dengan pihak sekolah dengan menemui Kepala Sekolah dan wakil kesiswaan. Ketika tim terpilih menjadi salah satu tim yang didanai oleh Kemenristekdikti, tim langsung menentukan kapan kegiatan akan alir Pengabdian PKM M 1076Tahapan berikutnya adalah persiapan kegiatan dengan membeli alat dan bahan yang akan digunakan untuk alat peraga yang akan ditampilkan ketika kegiatan. Selain itu, tim juga mengadakan latihan serta briefing agar penampilan tim ketika kegiatan maksimal, asyik dan kegiatan ke lokasi acara dilakukan oleh Tim sebanyak tiga kali. Kegiatan pertama diadakan pada tanggal 15 April 2017 dalam bentuk diskusi dan demonstrasi. Kegiatan kedua diadakan pada tanggal 25 April 2017 dalam bentuk demonstrasi dan Workshop, dan kegiatan ketiga diadakan pada bulan Juli dalam bentuk monitoring dan evaluasi pada guru ketika mengimplementasikan ilmu yang didapati dari kegiatan memberikan pre-test pada siswa berupa soal yang berkaitan dengan materi yang akan tim sampaikan ketika pelaksanaan kegiatan PKM, dilanjutkan dengan diskusi melalui tanya jawab di sekitar kendala-kendala yang mereka hadapi selama mempelajari fisika. Tim kemudian memberikan solusi sesuai dengan yang diperlukan siswa. Pada tahapan ini juga tim melakukan kegiatan Ice Breaking yang bertujuan agar siswa merasa nyaman dan akrab dengan tim berikutnya adalah demonstrasi dilakukan terkait hubungan sistem kerja alat dengan teori ilmu fisika. Setelah timmemperagakan di hadapan siswa selanjutnya adalah siswa yang melakukan demonstrasi sehingga siswa menjadi paham hubungan sistem kerja alat alat peraga dan mereka mampu menguraikan bagaimana cara kerja dari alat tersebut. Pembuatan yang sederhana dan tidak membutuhkan waktu yang lama membuat siswa semakin terlihat antuasias dan bersemangat. Alat peraga yang digunakan adalah panflute, mengubah air teh menjadi air putih, Air Tornado, Balon yang menyeimbangkan, Giroskop manusia, Kaleng yang bisa kembali Comeback Can, Pembelokkan cahaya pada air, Menangkap uang jatuh, Cartesian ini masih berlanjut pada kehadiran tim berikutnya dalam program Workshop. Pada akhir kegiatan tim memberikan Post-test dan Kuisionerkepada seluruh berisi pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya merubah mindset mereka terhadap pelajaran fisika, metode penyampaian dan harapan mereka terhadap proses pembelajaran. Kuisoner diisi dengan memberi tanda centang pada kolom yang telah disediakan,pretest dan postest diberikan untuk membandingkan hasil jawaban mereka terhadap materi yang diberikan. Kegiatan yang telah dilakukan oleh Tim BERISIK tidak hanya sekedar pelaksanaan diskusi, demonstrasi dan workshop. Kegiatan selanjutnya adalah sebagai berikut Penerbitan buku panduan secara massal, pelaksanaan kegiatan serupa di sekolah sekolah lain terutama yang ada di Provinsi Riau yang memiliki kondisi lebih kurang sama dengan kondisi sekolah sebelumnya, Pembuatan Hak Paten alat alat Peraga, Pelatihan Olimpiade dan Ujian Nasional di SMAN 1 Tapung dan Keikutsertaan tim dalam PKM HASIL DAN PEMBAHASANAdapun hasil yang dicapai tim BERISIK dalam kegiatan PKM-M ini adalah 1. Berdasarkan Pre-test dan Post-testHasil kuantitatif didapatkan tim dengan memberikan pre-test sebelum kegiatan berlangsung dan post-test pada akhir kegiatan. Pre-test dan post-test dibuat berupa soal yang sama agar tim bisa membandingkan nilai yang dihasilkan oleh siswa. Soal terdiri dari lima butir. Soal pertama merupakan soal yang berhubungan dengan hukum Archimedes yang sama dengan prinsip kerja dari Cartesian diver. Soal kedua tentangresonansi yang sama dengan prinsip kerja dari Pan Flute. Soal ketiga merupakan soal yang berhubungan dengan rotasi yang sama dengan 10771076 Tahapan berikutnya adalah persiapan kegiatan dengan membeli alat dan bahan yang akan digunakan untuk alat peraga yang akan ditampilkan ketika kegiatan. Selain itu, tim juga mengadakan latihan serta briefing agar penampilan tim ketika kegiatan maksimal, asyik dan kegiatan ke lokasi acara dilakukan oleh Tim sebanyak tiga kali. Kegiatan pertama diadakan pada tanggal 15 April 2017 dalam bentuk diskusi dan demonstrasi. Kegiatan kedua diadakan pada tanggal 25 April 2017 dalam bentuk demonstrasi dan Workshop, dan kegiatan ketiga diadakan pada bulan Juli dalam bentuk monitoring dan evaluasi pada guru ketika mengimplementasikan ilmu yang didapati dari kegiatan memberikan pre-test pada siswa berupa soal yang berkaitan dengan materi yang akan tim sampaikan ketika pelaksanaan kegiatan PKM, dilanjutkan dengan diskusi melalui tanya jawab di sekitar kendala-kendala yang mereka hadapi selama mempelajari fisika. Tim kemudian memberikan solusi sesuai dengan yang diperlukan siswa. Pada tahapan ini juga tim melakukan kegiatan Ice Breaking yang bertujuan agar siswa merasa nyaman dan akrab dengan tim berikutnya adalah demonstrasi dilakukan terkait hubungan sistem kerja alat dengan teori ilmu fisika. Setelah timmemperagakan di hadapan siswa selanjutnya adalah siswa yang melakukan demonstrasi sehingga siswa menjadi paham hubungan sistem kerja alat alat peraga dan mereka mampu menguraikan bagaimana cara kerja dari alat tersebut. Pembuatan yang sederhana dan tidak membutuhkan waktu yang lama membuat siswa semakin terlihat antuasias dan bersemangat. Alat peraga yang digunakan adalah panflute, mengubah air teh menjadi air putih, Air Tornado, Balon yang menyeimbangkan, Giroskop manusia, Kaleng yang bisa kembali Comeback Can, Pembelokkan cahaya pada air, Menangkap uang jatuh, Cartesian ini masih berlanjut pada kehadiran tim berikutnya dalam program Workshop. Pada akhir kegiatan tim memberikan Post-test dan Kuisionerkepada seluruh berisi pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya merubah mindset mereka terhadap pelajaran fisika, metode penyampaian dan harapan mereka terhadap proses pembelajaran. Kuisoner diisi dengan memberi tanda centang pada kolom yang telah disediakan,pretest dan postest diberikan untuk membandingkan hasil jawaban mereka terhadap materi yang diberikan. Kegiatan yang telah dilakukan oleh Tim BERISIK tidak hanya sekedar pelaksanaan diskusi, demonstrasi dan workshop. Kegiatan selanjutnya adalah sebagai berikut Penerbitan buku panduan secara massal, pelaksanaan kegiatan serupa di sekolah sekolah lain terutama yang ada di Provinsi Riau yang memiliki kondisi lebih kurang sama dengan kondisi sekolah sebelumnya, Pembuatan Hak Paten alat alat Peraga, Pelatihan Olimpiade dan Ujian Nasional di SMAN 1 Tapung dan Keikutsertaan tim dalam PKM HASIL DAN PEMBAHASANAdapun hasil yang dicapai tim BERISIK dalam kegiatan PKM-M ini adalah 1. Berdasarkan Pre-test dan Post-testHasil kuantitatif didapatkan tim dengan memberikan pre-test sebelum kegiatan berlangsung dan post-test pada akhir kegiatan. Pre-test dan post-test dibuat berupa soal yang sama agar tim bisa membandingkan nilai yang dihasilkan oleh siswa. Soal terdiri dari lima butir. Soal pertama merupakan soal yang berhubungan dengan hukum Archimedes yang sama dengan prinsip kerja dari Cartesian diver. Soal kedua tentangresonansi yang sama dengan prinsip kerja dari Pan Flute. Soal ketiga merupakan soal yang berhubungan dengan rotasi yang sama dengan prinsip kerja giroskop manusia dan tornadoair. Soal keempat merupakan soal yang berhubungan dengan hukum Newton yang sama dengan prinsip kerja menangkap uang yang jatuh. Soal kelima merupakan soal yang berhubungan dengan pusat massa pada benda yang tidak beraturan yang merupakan prinsip kerja dari balon yang menyeimbangkan. Hasilpretest dan postest seperti pada Tabel 1. Persentase kenaikan nilai pretest dan postestNo Kategori Soalkenaikan1Hukum Archimedes dan prinsip kerja kapal selam 890 1700 kenaikan yang ada pada pre-test dan post-test empat diantaranya lebih dari 50% membuktikan bahwa tim telah berhasil membuat tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang dijelaskan oleh tim Berdasarkan KuisionerKuisioner terdiri dari 12 pernyataan yang terdiri 5 pernyataan yang mengukur perubahan mindset siswa sedangkan 7 pernyataan yang mengukur tingkat kepuasan siswa terhadap kinerja tim BERISIK. Siswa diminta untuk mengisi tanda ceklis pada kolom sangat setuju SS, Setuju S, Netral N, Tidak Setuju TS, dan Sangat tidak setuju STS. NoPERTANYAAN SS S N TS STS1Pada awal workshop Tim BERISIK memberikan pertanyaan kepada saya tentang masalah atau kesulitan yang dihadapi oleh saya pada pelajaran Fisika dan memberikan solusinya41 43 52Tim BERISIK membimbing dan mengarahkan kami mempelajari Fisika dengan Demonstrasi alat peraga yang menarik dan asik57 323Demonstrasi alat peraga yang ditampilkan oleh Tim BERISIK memudahkan saya dalam memahami pelajaran Fisika, selain itu juga bisa dipratekkan sendiri63 20 64Tim BERISIK menampilkan demonstrasi alat peraga dengan menggunakan alat alat yang sederhana60 28 2 10785Tim BERISIK melakukan Demonstrasi alat peraga untuk memudahkan saya memahami pelajaran fisika56 29 3 16Tim BERISIK mengadakan workshop yang didampingi dengan pemateri yang asik 58 29 87Saya merasa senang dengan suasana workshop Tim BERISIK 57 31 108Saya menemukan pemecahan masalah yang saya hadapi dalam mata pelajaran Fisika 41 37 3 79Tim BERISIK memberikan materi Fisika dengan Asik dan menarik 58 21 8 110Tim BERISIK mengubah pola fikir saya tentang pelajaran Fisika 42 29 11 311Tim BERISIK mendemonstrasi konsep fisika dengan alat peraga yang sederhana 64 17 5 212Tim BERISIK antusias dan semangat dalam menyampaikan materi Demonstrasi alat peraga dan Workshop59 25 2 2Tabel 2. Kuisioner perubahan mindset dan kepuasan siswaAdapun hasil yang didapati oleh tim BERISIK adalah Gambar 4. Diagram tingkat kepuasan siswaGambar 4memperlihatkan diagram tingkat kepuasan siswa terhadap kinerja tim Berisik dalam mempresentasikan program kegiatan. Lebih dari separuh peserta merasa sangat puas dan seperempatnya puas. Ini menunjukkanbahwa hampir seluruh siswa merasa senang, asyik dan mudah dalam memahami materi yang disampaikan oleh tim berisik. 3. Kondisi pesertaSiswa yang mengikuti kegiatan yang diadakan oleh tim BERISIK berjumlah 450 siswa yang berasal dari kelas X dan XI MIA Matematika dan Ilmu Alam dan jumlah guru yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 10 guru. Pada saat pertemuan pertama kedatangan tim 1079Tim BERISIK melakukan Demonstrasi alat peraga untuk memudahkan saya memahami pelajaran fisika56 29 3 16Tim BERISIK mengadakan workshop yang didampingi dengan pemateri yang asik 58 29 87Saya merasa senang dengan suasana workshop Saya menemukan pemecahan masalah yang saya hadapi dalam mata pelajaran Fisika 41 37 3 79Tim BERISIK memberikan materi Fisika dengan Asik dan menarik 58 21 8 110Tim BERISIK mengubah pola fikir saya tentang pelajaran Fisika 42 29 11 311Tim BERISIK mendemonstrasi konsep fisika dengan alat peraga yang sederhana 64 17 5 212Tim BERISIK antusias dan semangat dalam menyampaikan materi Demonstrasi alat peraga dan Workshop59 25 2 2Tabel 2. Kuisioner perubahan mindset dan kepuasan siswaAdapun hasil yang didapati oleh tim BERISIK adalah Gambar 4. Diagram tingkat kepuasan siswaGambar 4memperlihatkan diagram tingkat kepuasan siswa terhadap kinerja tim Berisik dalam mempresentasikan program kegiatan. Lebih dari separuh peserta merasa sangat puas dan seperempatnya puas. Ini menunjukkanbahwa hampir seluruh siswa merasa senang, asyik dan mudah dalam memahami materi yang disampaikan oleh tim berisik. 3. Kondisi pesertaSiswa yang mengikuti kegiatan yang diadakan oleh tim BERISIK berjumlah 450 siswa yang berasal dari kelas X dan XI MIA Matematika dan Ilmu Alam dan jumlah guru yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 10 guru. Pada saat pertemuan pertama kedatangan tim BERISIK disambut dengan antusisme siswa yang sangat kurang bahkan tidak keseluruhan yang mengikuti kegiatan yang diadakan namun ketika kegiatan ice breaking dimulai dan peserta yang berada didalam ruangan mulai kedengaran riuh dan meriah satu persatu siswa yang berada diluar memasuki kegiatan dan mulai merasakan asyiknya kegiatan yang dibuat oleh tim BERISIK. Responsif siswa sangat memuaskan,dibuktikan dengan ramai dan semangatnya siswa selama proses kegiatan berlangsung. Kejadian yang sama juga terjadi di kegiatan kedua yang dilakukan oleh tim BERISIK melakukan kegiatan Workshop,banyak tanggapan yang dilontarkan oleh siswa. Laila Rizky Arizta siswa kelas XI MIA sekaligus merupakan ketua OSIS SMAN 1 Tapung mengungkapkan ”Selama pelaksanaan Workshop ini kami mendapatkan informasi informasi baru tentang fisika yang lebih mudah kami pahami serta banyak manfaat yang kami rasakan.”Berdasarkan hasilyang telah diperoleh tim BERISIK selama kegiatan, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan yang diadakan oleh tim BERISIK berhasil mempengaruhi siswa untuk merubah mindset mereka terhadap fisika. 4. Buku BERISIKTim membuat buku panduan yang berisikan tentang tata cara pembuatan alat peraga yang sederhana. Buku panduan BERISIK diperuntukkan sebagai pegangan dosen pembimbing, tim BERISIK, siswa dan guru ditempat dilaksanakannya kegiatan. Harapan selanjutnya buku ini bisa diproduksi massal. Buku ini juga dilengkapi dengan ISBN yang menjamin keabsahan dari isi Seminar Salah satu bentuk hasil yang dicapai oleh Tim BERISIK adalah akan ikut sertanya Tim dalam Seminar Nasional Fisika yang akan diadakan di Pekanbaru bulan November mendatang dan menjadikan proceedingmenjadi salah satu KESIMPULANBerdasarkan kegiatan yang telah dilakukan oleh tim BERISIK selama empat bulan dapat disimpulkan bahwa tim BERISIK telah berhasil melakukan kegiatan dengan hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan awal program ini dibuat. Permasalahan permasalahan yang menjadi latar belakang dari kegiatan ini menjadi terselesaikan. Kegiatan dari tim BERISIK akan terus berlanjut tidak hanya di SMAN 1 Tapung saja tetapi akan menyebarluas di sekolah sekolah lainnya dan fisika tidak akan lagi menjadi mata pelajaran yang ditakuti oleh siswa karena hadirnya metode pembelajaran fisika yang BERISIK akan mengikuti kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa PKM di tahun 2018 mendatang, yaitu bidang PKM-Kewirausahaan dengan melanjutkan kegiatan PKMM sekarang ini, yaitu berupa memproduksi, menjual dan memberikan pelatihan penggunaan alat peraga Berisik dengan tujuan untuk mewujudkan potensi-potensi yang telah disebutkan di atas. 6. UCAPAN TERIMA KASIHUcapan terimakasih Tim PKM-MBERISIK Universitas Riau tujukkan kepada SMAN 1 Tapung selaku mitra dalam pelaksana yang senantiasa mendukung program BERISIK. Selain itu, ucapan terimakasih juga Tim PKM-M BERISIK tujukan kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan BERISIK. DAFTAR PUSTAKA1. Hudoyo, H., 1988. Belajar Mengajar Fisika. Jakarta Dirjen Liem 2007. Asyiknya meneliti sains. Bandung Pudak Scientific 10803. Sardiman. 2008. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta Raja Grafindo Persada4. Sofan, A., dan Model Pembelajaran dalam Kurikulum Prestasi Pustaka5. Sudjana, N., dan Rivai, A., 1991. Media Pembelajaran. Bandung CV. Sinar Baru Bandung. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta Raja Grafindo PersadaSardimanSardiman. 2008. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta Raja Grafindo PersadaPengembangan dan Model Pembelajaran dalam KurikulumA SofanSofan, A., dan Model Pembelajaran dalam Kurikulum Prestasi Pustaka 5. Sudjana, N., dan Rivai, A., 1991. Media Pembelajaran. Bandung CV. Sinar Baru Bandung. Bandung – Mengubah cara pandang bahwa fisika sulit dan menakutkan tentu bukan perkara mudah. Namun lain hal dengan para penggagas lahirnya Incredible Physics INDY besutan Program Studi Prodi Fisika Universitas Katolik Parahyangan UNPAR. Didesain menarik dan menyenangkan, para pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas SMA akan diajak terjun menikmati keindahan fisika melalui aktivitas di INDY dengan berbagai pendekatan. Dosen Prodi Fisika UNPAR, Risti Suryantari, menuturkan bahwa INDY telah berjalan sejak 2019 silam. Saat itu, para penggagas, dalam hal ini dosen-dosen di Prodi Fisika UNPAR memiliki asa supaya fisika bisa menarik perhatian pelajar, utamanya SMA agar memandang fisika bukan hanya sekumpulan rumus yang sulit apalagi menakutkan. “Kami ingin lebih memperlihatkan bahwa fisika itu aplikasinya sangat luas dan sebetulnya kalau kita eksplorasi lebih dalam, fisika itu indah. Jika kita melihat kata Incredible Physics’, menunjukkan begitu luar biasanya fisika terutama sebagai dasar perkembangan teknologi,” tutur Risti, Jumat 21/5/2021 INDY, lanjut dia, merupakan suatu bentuk workshop fisika yang khusus dirancang bersama para pakar di bidangnya agar para siswa SMA dapat lebih jauh mempelajari materi-materi menarik dalam fisika. Menurut dia, tak dimungkiri bahwa pembelajaran fisika di tingkat SMA cenderung konvensional seperti belajar rumus dan bagaimana mengerjakan soal. Lebih lanjut, melalui INDY, pelajar diajak mengeksplorasi materi yang tak pernah mereka terima di SMA seputar teori dan eksperimen. “Pertama kali digagas tahun 2019, kami memikirkan bagaimana anak-anak sekolah agar tertarik mempelajari fisika. Melalui INDY diharapkan mereka dapat mengeksplorasi fisika lebih dalam, dengan materi-materi yang mengikuti perkembangan terkini. Karena sebetulnya banyak aspek dari eksperimen dan teori yang dapat dikaitkan dengan teknologi dan sesuatu yang sedang tren saat itu,” ujarnya. Dia pun mengungkapkan bahwa tema INDY tiap periode penyelenggaraannya akan berbeda, mengikuti tren terkini. Sementara metode pembelajaran yang dipakai adalah model pembelajaran aktif, dimana para pelajar diajak mengeksplorasi secara mandiri menggunakan peralatan atau piranti lunak dengan didampingi para pakar. Saat workshop berlangsung, para peserta akan dibekali dengan peralatan yang telah disiapkan. “Peserta diberikan kit peralatan sesuai dengan temanya, kemudian melakukan eksplorasi. Pertamanya tentu dipandu oleh narasumber, tetapi kemudian mereka dapat mencoba sendiri. Dari situ mereka akan menemukan masalah, kemudian menemukan juga solusinya. Harapannya adalah mereka dapat memandang fisika bukan sesuatu yang sulit dan rumit karena banyak rumus. Melainkan lebih melihat bahwa belajar fisika itu menyenangkan,” ucap Risti. INDY 2021 Medio 2021 ini, tepatnya pada 3, 10, dan 17 Juli akan dilaksanakan INDY 2021. Namun penyelenggaraan workshop bakal berlangsung secara daring via Zoom, berhubung situasi dan kondisi pandemi Covid-19 dan mengikuti pematuhan protokol kesehatan. Risti memaparkan bahwa pelajar SMA masih menjadi sasaran peserta, meskipun tak menutup kemungkinan untuk pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama SMP mengikuti INDY ke depannya. Topik utama pada INDY 2021 adalah 1 Deep Learning, Convolutional Neural Network, Implementasi pada Hardware, dan 2 Einstein Gravity, Solving Einstein Equations with MAPLE, Light Ring at The Center of M87. Kit peralatan nantinya akan dikirim terlebih dahulu sebelum workshop dimulai usai para peserta melakukan Registrasi INDY 2021. “Metodenya nanti masih sama, kami akan membekali mereka dengan peralatan. Peralatan akan kami kirim ke alamat masing-masing peserta setelah mereka melakukan registrasi dan akan mendapatkannya sebelum workshop. Nanti ketika workshop berlangsung meskipun daring, mereka tetap dapat mencoba dengan panduan dari narasumber. Jadi tetap bisa mengeksplorasi langsung,” katanya. Meski nantinya berlangsung secara daring, Risti optimistis penyelenggaraan INDY 2021 akan berjalan lancar. Berdasarkan pengalaman 2020 lalu, saat timnya memberikan workshop dalam bentuk Pelatihan Guru Fisika PGS secara daring, kegiatan berlangsung baik dan tak ada hambatan berarti. Meskipun tak dimungkiri, kendala saat pelatihan daring bisa saja terjadi. “Pengalaman kami memberikan workshop untuk guru dalam suasana daring dan kami kirimkan alat, cenderung cukup lancar. Namun untuk daring INDY 2021 ini memang nanti kesulitannya jika ditemukan masalah, tidak bisa langsung kami lihat masalahnya karena kalau saat offline kami bisa lihat, oh ini masalahnya di sini dan sebagainya,’. Jadi peserta harus menjelaskan masalahnya seperti apa, mungkin kesulitannya lebih ke situ. Meskipun pada akhirnya pasti bisa diselesaikan,” tuturnya. Cintai Fisika Dia pun berharap INDY ke depannya dapat menjangkau semua pelajar di berbagai tingkatan. Meskipun untuk INDY sendiri memang dari awal konsepnya menyasar pelajar sekolah menengah, utamanya pelajar SMA. Tentunya tetap pada fokus untuk mengenalkan keindahan fisika dengan target besar agar anak-anak tersebut dapat termotivasi belajar fisika lebih dalam dengan cara menyenangkan. “Image akan fisika itu sulit, fisika itu menakutkan, diharapkan tidak ada. Karena bagaimanapun juga kami sangat berharap pada generasi muda atau penerus bangsa ini untuk dapat mencintai sains dan mencintai fisika. Sehingga nanti dapat turut berkontribusi pada perkembangan teknologi di Indonesia,” ujar Risti. Ira Veratika SN-Humkoler UNPAR Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Fisika adalah salah satu cabang Ilmu Pengetahuan Alam IPA atau sains yang mempelajari tentang fenomena alam dan penyebabnya. Fisika membahas tentang konsep-konsep dan hukum-hukum fisika sebagai produk serta melakukan pengamatan, percobaan, dan penyelidikan sebagai proses Hastuti et al., 2016. Fisika juga merupakan mata pelajaran yang dapat menumbuhkan kemampuan berpikir siswa yang berguna untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pembelajaran fisika yang tertuang dalam kerangka Kurikulum 2013 adalah menguasai konsep dan prinsip serta menguasai keterampilan mengembangkan pengetahuan dan sikap percaya diri sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi Kemendikbud, 2014.Pemahaman konsep merupakan hal yang perlu dikembangkan dan harus mendapat perhatian serius dalam proses pembelajaran. Selama ini, pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran fisika khususnya dapat dikategorikan rendah yang ditunjukkan dengan pencapaian hasil belajar yang rendah juga. Fakta penelitian juga menunjukkan bahwa selain memiliki kemampuan matematis yang lemah dan kesulitan dalam mengonversi satuan, siswa juga memiliki pemahaman konsep yang rendah dalam pembelajaran fisika Arief, 2012. Selain itu, siswa masih banyak yang mengalami miskonsepsi yang menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa masih rendah. Lebih jauh, terdapat beberapa kesulitan yang dialami siswa dalam pembelajaran fisika di antaranya kesulitan dalam beberapa hal, seperti istilah dan perhitungan secara matematis Arslan, 2010.Penelitian yang dilakukan oleh Hadijah et al. 2016 juga mengungkapkan bahwa pemahaman konsep siswa masih rendah. Pada pelajaran fisika siswa cenderung menghafal rumus dan hanya menerima informasi yang dijelaskan oleh guru tanpa memahami konsep yang harus dikuasai. Rendahnya pemahaman konsep fisika pada siswa juga dapat disebabkan karena kurangnya keterlibatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Siswa kurang memahami materi yang disampaikan oleh guru karena mereka hanya duduk, diam, dan mendengarkan apa yang telah dijelaskan oleh guru serta siswa kurang memiliki keberanian untuk menyampaikan pendapat kepada orang lain Ringan et al., 2014. Pemahaman konsep fisika siswa yang masih rendah di antaranya juga disebabkan oleh pembelajaran yang hanya berpusat pada guru teacher centered. Siswa tidak banyak terlibat dalam mengkonstruksi pengetahuannya karena hanya menerima informasi yang disampaikan oleh guru. Banyak ditemukan di lapangan siswa sering tidak mampu mengerjakan soal ketika sudah berbeda dengan yang dicontohkan oleh guru. Hal tersebut dikarenakan siswa hanya menghafal rumus tanpa memahami konsepnya. Fakta yang di temukan di lapangan selama ini, bahwa pembelajaran fisika di SMA sering dilaksanakan menggunakan model pembelajaran langsung yang lebih berpusat pada guru teacher centered. Penelitian yang dilakukan oleh Desnylasari et al. 2016 menyebutkan pembelajaran yang berlangsung lebih berpusat pada guru teacher centered, sebagian guru dalam pembelajaran hanya sebatas mentransfer ilmu pengetahuan. Pembelajaran Problem Based Learning PBL merupakan model pembelajaran yang memacu siswa untuk aktif, berpikir kritis dan kreatif serta mengembangkan ide-ide untuk memecahkan masalah. Sintak model Problem Based Learning PBL dalam pembelajaran adalah sebagai berikut 1 Orientasi siswa pada masalah; 2 Mengorganisasikan siswa untuk belajar; 3 Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok; 4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya; dan5 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan Sahyar dan Fitri 2017 model Problem Based Learning PBL tidak hanya membantu siswa secara aktif terlibat dalam pembelajaran, tetapi mempersiapkan siswa untuk kehidupan nyata. Karena tuntutan zaman ke depan kemampuan menyelesaikan masalah lebi dibutuhkan daripada hanya sekedar hafalan rumus. Selain itu, PBL dapat melibatkan siswa untuk memecahkan masalah melalui tahapan metode ilmiah dengan penyelidikan yang otentik dari masalah yang terjadi dalam kehidupan laboratorium adalah komponen yang dibutuhkan dalam pembelajaran fisika. Namun keterbatasan alat dan modul dalam laboratorium juga menjadi kendala ketika akan melakukan satu upaya untuk mengatasi kendala tersebut adalah melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komputer TIK. Berdasarkan masalah diatas, salah satu solusi yang dapat diberikan adalah dengan menggunakan PhET Simulation Interactive sebagai media untuk melakukan eksperimen virtual. Oleh karena itu, penulis berinisiatif untuk menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning PBL dengan metode eksperimen virtual menggunakan PhET Simulation Interactive pada pelajaran fisika materi Hukum Pascal untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa. Dengan model pembelajaran PBL ini siswa dituntut aktif serta berpikir kritis dan kreatif serta mengembangkan ide-ide sehingga bisa memecahkan masalah. Siswa tidak hanya duduk diam mendengarkan penjelasan dari guru melainkan siswa yang harus aktif dalam kelompok-kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa dalam proses pemecehan masalah. Masalah yang disajikan dalam pembelajaran adalah masalah-masalah yang dekat dengan kehidupan dari penelitian yang dilakukan adalah model pembelajaran Problem Based Learning PBL dengan metode eksperimen virtual dapat meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa pada materi Hukum Pascal. Siswa terlibat aktif selama pembelajaran dan bisa melihat visualisasi dari materi yang dipelajari dengan melakukan eksperimen virtual yang dilakukan media PhET Simulation Interactive sehingga lebih memahami konsep materi yang dipelajari. Lihat Pendidikan Selengkapnya

metode pembelajaran fisika yang menyenangkan